ketika hati ini terikat seuntai benang,
terikat dengan hatimu
hati ini masih bisa dirasakan
denyut denyut nadi berkejar-kejaran
mengangkut rangsang bahagia di sel saraf
menggetarkan hati yang kian menghangat
September akhir,
ketika sayap-sayapku masih patah karenanya
masih tak dapat digerakkan, mati rasa, tak berguna
namun tiba-tiba kamu datang
menyentuh sayap patahku
lalu kau sembuhkan penuh perhatian
tak luput dari luka-luka lama yang masih membekas
kau obati luka itu penuh ikhlas
September akhir,
saat kepakkan sayapku mulai terasa
bahagia tak terkira karenanya
dan kamu terbang bersamaku di angkasa
menjamahi sudut-sudut ruang hampa
menggenggam lembut hati yang merona
September akhir,
mengingatkanku akan perbedaan
ketika kesadaran kian menggerogotiku, bahwa
kau di jalan Bapa, sedangkan aku
di jalan Allah
tembok tinggi itu membatasi kita
tapi
di September akhir,
aku menyadari,
perbedaan bukanlah masalah
buatku paham
perbedaan itu menguatkanku
menyatukan kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar