Sabtu, 07 April 2012

kanvas

helaan nafas menggema
berat...
mencoba membuang semua beban yang terasa
rentetan kejadian yang mengusik

Kamis, 05 April 2012

bambu runcing (tugas)

deru nafasmu yang berirama
dengan seribu tekad bercampur kobaran api yang membara
sebilang bambu yang kau runcingkan

Ketika Rasa Hadirkan Kenangan (tugas)

dalam hati tergelitik saat senyum itu terkembang
buaian roma merah jambu latarkan perasaanku
rasa ini bahkan masih merasuki jiwaku
rinai hujan yang datang terkadang membuatku kewalahan
karena...

Rabu, 04 April 2012

melodi rindu

rindu menjalar sesakkan ulu hati
senyum terkembang sisakan pedih
perih hati tak seberapa
debam rindu mengisi ruang hampa

ujung pedang

rinaian hujan yang berbaur dengan kerinduan
kepakkan sayap yang terkembang mulai melemah beraturan
hamparan sabana kini menyapu setiap haluan

hujan dan kenangan

terpaku pada rinai hujan yang turun
mengingatkanku akan kenangan manis
saat bersama tawa yang temaniku saat itu

apa yang kurasakan?

tersenyum dengan sayatan panjang di ulu hati
ditemani airmata yang mengalir di sudut mata
menangkap dua siluet manusia yang bercengkrama

kamu

sejak mengenalmu aku selalu tertawa
sejak mengenalmu senyumku tak pernah memudar
sejak mengenalmu aku bahagia

rasaku

kamu...
aku bahagia karena kehadiranmu
kehadiranmu yang membantuku untuk melupakan dia
hari demi hariku kamu hadirkan senyuman diwajahku

masa lalu

kutemui lagi penggantimu
yang kini mampu merebut seluruh hatiku
entah sejak kapan aku mencintainya
akupun tak sadar
namun aku bahagia

Tanam Impian, Bahagiaku

Kau kembali dengan kisah masa lalu
Untuk kujadikan kenangan dalam hati
Aku tak berharap lebih untuk menggapai cintamu kembali
Dengan sisa pahit kucoba untuk berdiri

Harapan Dalam Peraduan

Ia yang berdiri disana
Rambutnya yang bergoyang mengikuti irama angin
Dengan lesung pipi yang terpeta saat ia tersenyum
Tak luput sorot tajamnya yang menantang haluan

Hati Yang Mati

Saat kita bersama
Dunia seperti milik kita
Tawa menggema dalam rongga
Iri kan setiap pandangan mata

Janji Sahabat

Tetes air mata yang dapat gambarkan semua
Kecewa...
Marah...
Sedih...

Sahabat Dan Alam

Lembayung jingga menguasai dunia
Menandakan bahwa petang tlah tiba
Kubuka mata untuk ikuti sebuah irama

Jangan lupakan aku

Aku tak tau…
Mana yang harus kupertahankan
Sebuah masa yang menyulitkanku

sang bintang

Saat malam menguasai dunia
Ku hanya bisa terpaku mengamatinya
Ia yang selalu temaniku
Ia yang selalu tenangkanku