Ia yang berdiri disana
Rambutnya yang bergoyang mengikuti irama angin
Dengan lesung pipi yang terpeta saat ia tersenyum
Tak luput sorot tajamnya yang menantang haluan
Binar matanya artikan sebuah fakta
Fakta bahwa ia menatap masa depan
Tak seorangpun tahu apa yang sedang ia lakukan disana
Tanpa memperdulikan dinginnya angin yang kian menusuk tulang
Ia berdiri menatap sang mentari yang mulai hilang ke peraduan
Diiringi orkhestra alam yang mulai bersahutan
Kemudian ia berbalik dengan senyuman yang mengembang
Dengan langah ringan ia berjalan
Meninggalkan harapan yang sejak tadi ia rapalkan dalam diam
Ia berharap...
Agar esok ia masih bisa menatap masa depan
Agar esok ia masih bisa menatap senyum sang mentari
Agar esok ia masih bisa menatap dunia...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar