bahagia yang terkembang,
kini terhempas jatuh
menyadari bahwa cinta itu tak akan kembali
menyadari bahwa takkan ada kenangan baru yang tertoreh
perih...
merasakan sayatan yang lama tertoreh kembali terluka
melihat luka yang kering kembali menganga
tak ada air mata yang kini mengalir
tak ada isakan yang kini bergaung
hanya pahit yang terasa
kekecewaan yang menggema
dari hati yang bernyanyi
terdengar alunan pilu kesakitan
menggema rintihan melodi hitam
haruskah aku menghilangkan rasa?
agar rintihan itu berangsur menghilang
haruskah aku melupakan kesakitan?
agar aku tertawa walau hati terasa hambar
akankah rasa ini bisa menghilang?
namun hatiku menolak untuk menghilangkannya
biarkan aku tetap disini
menatapmu dalam pilu
mendendangkan lagu sayu untukmu
mendekap hatimu yang tajam bagai pisau
biarkan aku disini
menikmati kepedihan yang kau suguhkan
merasakan tajamnya pisau hatimu
karena aku hanya ingin menatapmu
ingin menjagamu
dengan hati yang kusuguhkan
perih...
merasakan sayatan yang lama tertoreh kembali terluka
melihat luka yang kering kembali menganga
tak ada air mata yang kini mengalir
tak ada isakan yang kini bergaung
hanya pahit yang terasa
kekecewaan yang menggema
dari hati yang bernyanyi
terdengar alunan pilu kesakitan
menggema rintihan melodi hitam
haruskah aku menghilangkan rasa?
agar rintihan itu berangsur menghilang
haruskah aku melupakan kesakitan?
agar aku tertawa walau hati terasa hambar
akankah rasa ini bisa menghilang?
namun hatiku menolak untuk menghilangkannya
biarkan aku tetap disini
menatapmu dalam pilu
mendendangkan lagu sayu untukmu
mendekap hatimu yang tajam bagai pisau
biarkan aku disini
menikmati kepedihan yang kau suguhkan
merasakan tajamnya pisau hatimu
karena aku hanya ingin menatapmu
ingin menjagamu
dengan hati yang kusuguhkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar