Selasa, 15 April 2014

sebuah keputusan

untuk bisa mencintainya itu sangat mudah. hanya perlu menatapnya selama 5 detik tanpa mengalihkan pandangan. dan voila! siluet wajah manisnya itu akan benar-benar terbayang sampai waktu yang tidak bisa ditentukan. terlalu gampang memang. tapi memang begitu adanya. tulisan ini tidak hanya mengada-ada. karena aku sendiri sudah merasakannya. wajah manisnya itu benar-benar membekas dalam ingatanku.
bulan sudah berganti dan bayangan wajah itu tetap saja belum pudar. senyum manisnya itu masih melekat erat dalam ingatanku.

sebenarnya awalnya aku tidak ingin mempertahankan perasaan ini. pada awalnya aku ingin melupakan perasaan ini.
kenapa? kalau ditanya kenapa tentu saja jawabannya hanya satu. saat itu aku masih terikat dengan seseorang yang pada saat itu kuyakini bahwa aku mencintainya. tetapi lama kelamaan perasaan itu berkembang. membesar. membengkak. hingga aku menyadari bahwa rasa yang pada awalnya ingin aku tinggalkan itu malah tumbuh menjadi kuat. semakin kuat. dan bertambah kuat. hingga aku menyadari bahwa seharusnya aku mempertahankan perasaan itu. perasaan terhadapnya.

dan sekarang disaat aku sendiri. aku mencoba untuk melakukan yang seharusnya aku lakukan sejak beberapa bulan yang lalu. mempertahankan perasaan itu. dan berharap perasaan itu akan terbalaskan.
bodoh memang. mempertahankan perasaan yang bahkan belum tentu terbalaskan. abu-abu. tapi apa boleh buat? aku terlanjur mencintainya. menanggung perasaan yang berat dan tidak tersampaikan malah akan menyakiti tubuh sendiri, bukan?
makadari itu aku akan memperjuangkan perasaan ini. bagaimanapun caranya. yang terpenting dalam perasaan ini adalah bagaimana aku sudah mengusahakannya untuk ia dapat dipahami dan dapat dimengerti oleh orang yang memiliki sangkut paut dalam perasaan ini. jika pada akhirnya perasaan itu tetap tidak terbalaskan juga tak apa. toh aku sudah mengusahakannya. sudah bergerak untuk berusaha. setidaknya ada cerita dibalik perasaan yang tidak terbalas. setidaknya ada kisah bagaimana aku memperjuangkan perasaan itu. walaupun pada akhirnya akan berakhir menyedihkan. toh perasaan orang tidak bisa dipaksakan, kan?
tapi jika perasaan ini nantinya terbalaskan, aku akan merasa sangat bahagia. sangat sangat bahagia. dan aku akan merasa menjadi perempuan paling bahagia di dunia ini.

tapi sekali lagi, biarkan kali ini waktu yang membimbingku untuk menelusup dinding hatinya secara perlahan agar aku dapat mendapatkan kebahagiaan. biarkan waktu yang menjadi saksi bagaimana perjalanan perasaan ini akan berujung. menanti puncak dimana perasaan ini akan mendapatkan jawabannya. entah perasaan ini akan mendapatkan kesedihan ataupun mendapatkan kebahagiaan. 
tetapi jika memang perasaaan ini akan mendapatkan kesedihan itu aku akan tetap mencoba untuk bahagia. karena pilihannya adalah yang paling utama bagiku. aku akan bahagia akan hal itu. jika mempertanyakan kenapa dengan bodohnya aku bahagia diatas kesedihanku sendiri? tentu saja hanya satu jawaban yang sesuai untuk menjawab pertanyaan itu, karena aku mencintainya.

Sabtu, 12 April 2014

Dia

dia dan tubuh tegapnya
hanya bisa kupandang lekat dari kejauhan
pemilik senyuman manis itu mempesona
menjadikannya candu
adiksi bagi tubuhku
dia dan kharismanya
terlalu memancar,
terlalu silau untukku menghindar
terlalu sulit untuk diabaikan
dia terlalu indah
dia terlalu sempurna
dan dia terlalu jauh
susah untukku meraihnya

Rabu, 09 April 2014

orang baru?

ada saatnya ketika kamu dihadapkan pada rasa yang sebelumnya sudah sangat lama absen dari kehidupanmu dan tiba-tiba rasa itu datang seiring datangnya orang baru yang masuk ke dalam lingkup hidupmu.

rasa ini awalnya sudah mati, kosong, dan hampa sejak ditinggalkan oleh seseorang 'pembunuh perasaan'. rasa menggelenyar dalam tubuhku sudah lama padam setelah diporak-porandakan olehnya. rona merah malu yang bersarang di wajahku juga sudah mulai pudar seiring datangnya kehampaan yang diakibatkan olehnya. awal mula pasca kehampaan itu terjadi terasa aneh. ketika dulu menjadi pusat oleh seseorang dan tiba-tiba dia pergi untuk mengikuti pusatnya yang baru. seperti ada yang kurang. dan ketika hati, tubuh, dan pikiran ini sudah mulai terbiasa dengan kepergiannya, tiba-tiba datang orang baru yang masuk ke dalam cerita hidupku. seseorang yang secara tidak sengaja muncul di hidupku. dengan cara yang biasa-biasa saja.

awalnya memang tidak ada yang spesial dari orang baru itu. walaupun ku akui tampangnya yang cukup manis  ditambah dengan sikapnya yang baik terhadap orang bisa meluluhlantakkan hati perempuan mana saja. awalnya biasa saja. dia hanya lelaki yang menjadi seniorku, hanya itu. nothing special. hingga seiring berjalannya waktu. semakin tinggi intensitas kedua bola mataku menangkap siluet tubuhnya, wajahnya, senyumannya pada saat yang bahkan tidak kubayangkan. hingga perlahan gelenyar itu datang lagi. sedikit demi sedikit gelenyar itu semakin menguat, semakin menguat, dan semakin menguat. gelenyar yang familiar. apakah kekosongan itu sudah terisi sedikit demi sedikit tanpa kusadari? oleh siapa? orang baru itu? rasa itu datang begitu cepat. membingungkan. hingga akhirnya aku memilih untuk mengabaikan perasaan itu. mengabaikan gelenyar-gelenyar yang menggelitik namun nyaman itu.

hari demi hari terlewati. dan semakin lama gelenyar itu semakin kuat. semakin susah untuk diabaikan. dan membuatku semakin tersadar bahwa rasa ini sudah tidak bisa diabaikan lagi. pilihan terakhirku saat ini adalah mengikuti gelenyar itu berkembang. mengikuti rasa itu mengalir. membiarkan sosok senior itu berlari-lari dalam setiap pikiranku. membiarkannya muncul di kelopak mataku saat aku menutup mata. satu hal yang aku sadari, aku mencintainya, aku menyukainya, dan aku mengaguminya.