rindu menjalar sesakkan ulu hati
senyum terkembang sisakan pedih
perih hati tak seberapa
debam rindu mengisi ruang hampa
nyanyian rindu terdengar makin syahdu
sinarku mulai meredup
iringi perihnya luka rindu yang mengiris
raga memang berdiri tegap
namun hati hancur tak bertepi
kerinduan yang menggema
menggetarkan sajak-sajak tegar
luasnya sabana tak buatku lega
kerinduan itu kian menghimpit
menghapuskan topeng kepalsuan
melodi rindu semakin bertabur
nyanyikan keperihan hati
senyum palsu kini terganti
mutiara itu kini mengalir
menganak sungai alirkan kepedihan
rindu yang tak bertepi
rindu yang tak terbalas
tak terbuai syahdu kerinduan,
hatimu tetap keras
tak peduli ada melodi rindu yang butuh pendengar
kerinduan yang tak terpantul
kerinduan yang tak menyerap
hanya kerinduan yang melambung
di langit bebas
tanpa ada hati yang menangkap
tanpa ada cermin yang memantulkan rindu
hanya ada jeritan pilu
yang menggema didasar kalbu
menikmati perihnya kerapuhan
hangatkan kedinginan yang menjalar
dari hati yang berpendar
pendarkan melodi yang menyayat
kerinduan yang rapuh
kunikmati dibawah terpaan sinar sang dewi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar