Rabu, 30 Januari 2013

poem

Senja dalam Kesedihan

dalam rintik hujan di sore hari
tangisanku beradu dengan dinginnya hati
gundah resah berbaur dengan linanganku
dalam lirih ku berbrisik pada refleksiku
derai tangis bisu tanpa nada
gambarkan kesedihan yang kental terasa
tangis bisu telah sirna
bersama senja yang menghitam
tak ada bintang di langit malam
seilah-olah turut serta dalam duka
orkestra jangrik mulai bergema dalam sunyi
mencoba untuk ciptakan melodi dalam lara
walaupun duka tetap naungi atmosfer jiwa


Kembali

dalam raga yang semakin membeku
terpaku dengan alunan yang beremosi
aliran darah tak lagi keras terasa
detak jantung yang tak berirama
pandangan tak lagi ada
hanya alunan pilu dalam raga
aku tak pernah berharap untuk merasakannya
namun semua akan kembali pada-Nya
dengan derai air mata yang iringi perjalanan
menuju tempat yang kekal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar