waktu terus berjalan. berlari secara konstan tanpa henti dan tanpa bisa di putar ulang. memaksa seluruh konsumen sang waktu untuk ikut berlari mensejajari lariannya. walaupun banyak konsumennya berlari dengan tertatih-tatih karena langkahnya terlalu pendek untuk bisa berlari berdampingan dengan langkah sang waktu. dengan angkuh dan arogan sang waktu terus melangkah tanpa memperdulikan pengikutnya. dia tak pernah sekalipun mencoba untuk menoleh ke belakang barang sedetikpun.
seiring berjalannya waktu, kilasan masa lalu juga turut menghantui disetiap langkah konsumen waktu. menggoda mereka untuk berbalik arah dan hidup bersama masa lalu, dan mendoktrin mereka dengan peristiwa-peristiwa yang sudah terlewatkan entah indah atau bahkan menyakitkan agar mereka hidup di bayang-bayang masa lalu tanpa harus berjalan cepat bersama sang waktu untuk masa depan. masa lalu terlalu egois untuk berdamai dengan masa depan.
sedangkan masa depan, hanya bisa tersenyum ketika sang waktu berjalan mendekatinya dengan sedikit pengikut di belakang sang waktu.
"apakah masa lalu masih tak ingin berdamai denganku?'
waktu hanya bisa mangatakan "memang benar pengikutku banyak yang terjerat dengan masa lalu karena takut untuk menghadapimu, masa depan."
masa depan hanya bisa tersenyum miris. kemudian ia menggiring pengikut sang waktu dengan kejutan-kejutan yang penuh warna.
"padahal aku tak melarang masa lalu untuk ikut menemaniku." batin masa depan.
jadi, apa kalian -pengikut sang waktu- tetap memilih berbalik bersama masa lalu tanpa masa depan? atau meniti masa depan dengan didampingi masa lalu yang turut memberi warna hidupmu dengan kilasan masa lalu untuk kau kenang?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar