Ketika hati ini terbengkalai
Hati ini terbuang
Bolehkah aku mempertahankannya?
Bolehkah aku menggapainya kembali?
Merawatnya dengan sepenuh hati
Menjaganya dari bahaya
Memberinya pupuk untuk tetap tumbuh
Bolehkah aku melakukannya?
Dan bolehkah aku bertanya?
Mengapa kau meninggalkannya?
Membuangnya?
Melukainya?
Akankah ia parasit bagimu?
Akankah ia membahayakanmu?
Akankah?
Ahh...
Mengapa aku bertanya seperti itu
Bertanya padamu pasti takkan membuahkan hasil
Kau takkan mengambilnya lagi, bukan?
Yah aku tahu itu
Semoga kau bahagia
Dan aku?
Aku akan merawatnya sendiri hingga kau kembali
Atau
Hingga ada hati lain yang menggantikanmu
Selasa, 05 Juni 2012
Masa
Lelah
Menanti masa yang akan bersinar
Menanti seuntai kalimat yang bergetar
Menanti tatapan setajam elang yang kau layangkan
Ribuan derai air mata yang berkorban
Tak sedikitpun kau gubris dengan sentuhan
Rasa ini
Rasa yang tak terjamah
Rasa yang terabaikan
Rasa yang hampa
Tak sedikitpun kau longkok untuk mencarinya
Tak pernah kau belai dengan bait-bait syahdumu
Rasa ini
Rasa yang kosong
Tak ada yang menempatinya
Kau pun buta
Tak melihat seonggok hati yang menanti
Kau tuli
Tak mendengar rasa yang menggema
Akankah kau membukakan pintumu?
Memberiku kesempatan
Untuk memijaki porselen dingin di dasar hatimu
Bolehkah aku menjejakinya?
Merasakan setiap dinding dalam hatimu
Menghangatkannya dengan rasaku
Akankah masa itu akan datang?
Untuk menggapai rasaku yang menggantung
Untuk menghangatkan hatiku yang mendingin
Akankah masa-masa itu akan kembali?
Menanti masa yang akan bersinar
Menanti seuntai kalimat yang bergetar
Menanti tatapan setajam elang yang kau layangkan
Ribuan derai air mata yang berkorban
Tak sedikitpun kau gubris dengan sentuhan
Rasa ini
Rasa yang tak terjamah
Rasa yang terabaikan
Rasa yang hampa
Tak sedikitpun kau longkok untuk mencarinya
Tak pernah kau belai dengan bait-bait syahdumu
Rasa ini
Rasa yang kosong
Tak ada yang menempatinya
Kau pun buta
Tak melihat seonggok hati yang menanti
Kau tuli
Tak mendengar rasa yang menggema
Akankah kau membukakan pintumu?
Memberiku kesempatan
Untuk memijaki porselen dingin di dasar hatimu
Bolehkah aku menjejakinya?
Merasakan setiap dinding dalam hatimu
Menghangatkannya dengan rasaku
Akankah masa itu akan datang?
Untuk menggapai rasaku yang menggantung
Untuk menghangatkan hatiku yang mendingin
Akankah masa-masa itu akan kembali?
Sabtu, 05 Mei 2012
drama
guliran waktu tetap berjalan
tak peduli dengan drama yang sedang terputar
musim terus berganti
menyuguhkan keindahan tersendiri
hati ini terus bergulir
mengalir bagai air
merambat bagai cahaya
hati ini tetap mengalir
walau kelabu merangkak menaunginya
hati ini tetap terjaga
walau kelelahan melingkupinya
hati ini tetap bersinar
walau berbagai siluet menghalangi
tak peduli hitam
jiwa ini tetap teguh
berdiri menantang kelam
jiwa ini tetap tegap
meskipun berbagai hujaman mencoba menjatuhkannya
tak peduli dengan drama yang terjadi
rasa ini selalu bersinar
mengalahkan hujatan yang tajam
rinai hujan pun menjaganya
dalam atmosfir kerinduan
tak peduli dengan sejata lawan
rasa ini tetap berkembang
menelusup kalbu terdalam
tak peduli dengan caci maki
jiwa ini tetap tenang
walaupun dihujani penantian
Selasa, 17 April 2012
Sabtu, 07 April 2012
kanvas
helaan nafas menggema
berat...
mencoba membuang semua beban yang terasa
rentetan kejadian yang mengusik
Kamis, 05 April 2012
bambu runcing (tugas)
deru nafasmu yang berirama
dengan seribu tekad bercampur kobaran api yang membara
sebilang bambu yang kau runcingkan
dengan seribu tekad bercampur kobaran api yang membara
sebilang bambu yang kau runcingkan
Ketika Rasa Hadirkan Kenangan (tugas)
dalam hati tergelitik saat senyum itu terkembang
buaian roma merah jambu latarkan perasaanku
rasa ini bahkan masih merasuki jiwaku
rinai hujan yang datang terkadang membuatku kewalahan
karena...
buaian roma merah jambu latarkan perasaanku
rasa ini bahkan masih merasuki jiwaku
rinai hujan yang datang terkadang membuatku kewalahan
karena...
Langganan:
Postingan (Atom)