kamu tahu? pada awalnya, bagiku kamu hanyalah orang asing yang kukira akan hilang dengan sekejap dari sebuah perkenalan di dunia maya.
kamu tahu? pada awalnya, aku tidak tertarik kepadamu, bahkan aku tidak berpikiran untuk itu.
kamu tahu? pada awalnya, aku hanya menganggapmu sebagai pengisi kekosonganku, pengisi kesepianku.
kamu tahu? ketika kemudian kita bercengkrama dalam jarak yang memisahkan kita, saat itu pertama kali aku mendengarmu, melihatmu dalam bayangku, dan menyadari kehadiranmu.
kamu tahu? saat itu aku mulai mengagumi suaramu. dan saat itu aku tersadar, aku mulai tertarik untuk lebih dekat denganmu. saat itu juga keinginan untuk mendengar suaramu lebih lama mulai muncul.
kamu tahu? seiring berjalannya waktu aku mulai candu akan kehadiranmu. aku mulai candu akan suaramu. aku mulai candu akan tawamu.
kamu tahu? saat itu, saat kejadian yang membuatmu menjauh, saat itu aku merasakan kepanikan, kebingungan.
kamu tahu? diantara panik dan bingungku saat itu, ada rasa lain yang muncul membayang. menohokku. menyadarkanku.
dan kamu tahu? rasa itu, ternyata cinta. ya, aku mencintaimu, menyukaimu, dan mengagumimu.
kamu tahu? mereka menganggapku gila. setiap komentar yang kudapatkan dari pendengar ceritaku tentangmu mengatakan aku gila. "dia sangat jauh dan maya" katanya. "kamu mau gambling perasaanmu sendiri dengan menyukainya?" katanya.
kamu tahu? walaupun begitu, perasaanku tidak dapat dirubah, bukan? aku tetap mencintaimu, meskipun aku tahu rasa ini hanya akan menyakiti diriku sendiri.
dan kamu tahu? setelah kamu pergi dan mulai mengacuhkanku, perasaan itu jatuh semakin dalam.
kamu tahu? sampai sekarang, rasa itu masih hidup. menunggumu kembali, walaupun tidak tahu kapan akan kembali.
Yogyakarta, 26 Februari 2017.